Make your own free website on Tripod.com
Suluh Demokrasi

Sidang Umum MPR Hamburkan Dana Rp 45 Miliar


Suluh Demokrasi - Ditengah-tengah krisis ekonomi yang sekarang melanda Indonesia, Rakyat harus menyediakan dana sebesar Rp 45 miliar untuk penyelenggaraan Sidang Umum MPR yang diselenggarakan pada tanggal 1-11 Maret ini, atau tepatnya Rp 44.779.855.000 yang diambil dari dana APBN.

Sekjen MPR/DPR, Afif Ma'roef menjelaskan, biaya sidang seluruhnya Rp 32.322.409.600 dengan perincian Sidang Umum Tahap I Rp 6.132.782.000, Sidang Badan Pekerja Rp 12.822.584.000, dan Sidang Umum Tahap II Rp 13.367.043.400.

Sedangkan biaya sarana penunjang sidang, kata Afif, sebesar Rp 12.457.445.000 dengan perincian untuk Sidang Umum Tahap I Rp 10.909.680.000, Sidang Badan Pekerja Rp 804.600.000, dan Sidang Umum Tahap II Rp 743.156.000.


ABRI mengamankan SU MPR   Sebagai perbandingan, biaya Sidang Umum MPR 1993, sebesar Rp 24.300.289.000 dengan perincian untuk membiayai sidang sebesar Rp 12.217.704.115 dan biaya sarana penunjang sebesar Rp 12.072.682.548.

Menurut Afif, selama mengikuti Sidang Umum Tahap II, setiap anggota MPR mendapat uang sidang setiap harinya sebesar Rp 60.000. Tapi uang sidang itu dipotong pajak penghasilan, sehingga jumlahnya sekitar Rp 51.000/hari/orang selama 11 hari.

Untuk sebuah sidang yang "sudah selesai" dan hanya tinggal menyetujui keputusan-keputusan yang sudah ditetapkan sebelumnya, angka tersebut memang sangat besar.  Mungkin manfaatnya akan lebih terasa jika digunakan untuk mensubsidi kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat yang sekarang harganya semakin melambung tinggi.  Lain halnya jika Sidang Umum MPR kali ini dapat membuahkan  hasil-hasil yang konkret dan benar-benar dapat menyalurkan aspirasi Rakyat, Rp 45 miliar tentunya tidak terbuang dengan sia-sia. (sw/sd)