Make your own free website on Tripod.com
Suluh Demokrasi
Wawancara dengan Michel Camdessus



Michel Camdessus
Sebagai Managing Director IMF, Michel Camdessus termasuk orang yang paling berkepentingan dengan dilaksanakan paket reformasi IMF oleh Indonesia.
Camdessus tentunya tidak ingin bantuan IMF kepada Indonesia sebesar 43 milliar dollar tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Berikut petikan wawancara Michel Camdessus dengan reporter USA Today pada tanggal 18 Maret 1998:


T: Menurut Anda, dimana letaknya bahaya terbesar di Asia saat ini?

J: Bahaya terbesar ialah jika kami tidak dapat meyakinkan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan program yang telah ditandatangani pada bulan Januari lalu, kalau mereka memutuskan untuk jalan sendiri, kita dapat berada dalam situasi yang berbahaya. Namun entah bagaimana, saya yakin akan sinyal-sinyal yang kami terima beberapa sat ini dari Jakarta. Kami mendengar suara-suara yang sangat positif, tidak hanya kami, tapi juga dari perdana menteri Jepang, Ryutaro Hashimoto yang mengunjungi Jakarta dan mengatakan bahwa presiden Suharto mempunyai komitmen untuk melaksanakan program. Kami sendiri siap untuk bernegosiasi untuk suatu fleksibilitas yang wajar. Bahaya yang lain datang dari Jepang. Jika Jepang tidak sanggup melaksanakan langkah-lagkah yang cukup untuk merangsang pemulihan dan penguatan secara simultan pada sektor perbankan, maka situasinya akan buruk bagi Jepang dan sangat jelek untuk kawasan regional.

T: Bagaimana mengenai rencana Indonesia untuk memperkenalkan dewan mata uang yang ditentang oleh IMF?

J: Dalam pembicaraan yang telah dilakukan, kami memahami bahwa tidak ada lagi gagasan mengenai hal tersebut untuk saat ini. Saat ini gagasan tersebut di-pending.

T: Jika pembicaraan dengan Indonesia gagal, apakah krisis ini akan dapat dicegah tidak menyebar ke negara lain?

J: Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya yakin tentang hal tersebut. Yang dapat saya katakan sekarang adalah Korea dan Thailand sekarang sudah kuat, dan saya tidak percaya bahwa mereka akan secara dramatis terpengaruh oleh kesulitan di Indonesia.

T: Kapankah krisis di Asia akan berakhir?

J: Segera... dalam dua tahun. Seperti krisis Meksiko. hal itu akan menjadi kenangan buruk dan akan menjadi tumbal untuk pelaksanaan perubahan dan reformasi. Krisis Meksiko merupakan anugerah dalam bencana bagi Meksiko, karena Meksiko kemudian secara total melakukan koreksi terhadap ketidak-efisiensi-an yang menyebabkan krisis. Jika Asia mampu melakukan hal yang sama dan Jepang mampu melakukan reformasi dengan baik, ekonomi dunia akan lebih menguat setelah krisis ini.