Make your own free website on Tripod.com
Suluh Demokrasi
DENGAN OKP DULU... LAH!


Sekitar seminggu setelah ditolaknya dialog oleh beberapa Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi, Menhankam/Pangab, Jendral TNI Wiranto, akhirnya mengadakan dialog dengan 32 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Bertempat di Graha Pemuda, Jakarta, Sabtu 11 April lalu dialog yang diprakarsai oleh Menpora Agung Laksono itu berlangsung dengan tertib dan lancar. Hadir dalam dialog yang berlangsung sekitar tiga setengah jam itu, antara lain: Menpora Agung Laksono, Kasospol Letjen TNI Bambang S Yudhoyono, Kasum ABRI Letjen TNI Fachrul Razi, Ka BIA Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim, Kapuspen ABRI Brigjen TNI Abdul Wahab Mokodongan dan beberapa perwira tinggi Mabes ABRI lainnya.

Sebelumnya, Jendral Wiranto berniat untuk melakukan dialog dengan beberapa Senat Mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Indonesia, antara lain: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Trisakti dan beberapa SMPT lainnya. Namun tawaran dialog tersebut ditolak dan pihak mahasiswa menuntut dialog langsung dengan presiden. Jendral Wiranto sendiri masih menginginkan dialog dengan para mahasiswa tersebut, menurutnya dialog dengan ke-32 OKP tersebut tidak akan berhenti dan akan dilanjutkan dengan komponen-komponen bangsa lainnya, seperti: alim ulama, mahasiswa, atau rektor. Wiranto sendiri menilai dialog dengan OKP-OKP tersebut berlangsung sangat konstruktif, etis dan bertanggung jawab, serta berjalan dua arah.

Sebenarnya dialog itu sendiri bukanlah suatu tujuan, namun hanya sebagai cara untuk mewujudkan suatu tujuan. Dialog tanpa ditindaklanjuti dengan realisasi berupa reformasi di segala bidang juga tidak akan membawa hasil yang diinginkan. Mungkin karena itulah kelompok mahasiswa ingin berdialog langsung dengan presiden Soeharto sebagai decision maker tunggal di negara ini. Tapi sebenarnya apa salahnya berdialog dahulu dengan ABRI, toh kekuatan ABRI adalah kekuatan sosial-politik yang saat ini paling riil dan kuat di republik ini. Tapi ya itu tadi.. yang paling penting realisasinya, jangan sampai No Action Talk Only. (S.W./Suluh Demokrasi)