Make your own free website on Tripod.com
Suluh Demokrasi
BENARKAH PRABOWO TERLIBAT DALAM BERBAGAI TINDAKAN DI LUAR HUKUM?


Edisi ini diterbitkan pada: Saturday 23 May 1998 14:30 UTC

"MENGAPA PANGKOSTRAD DIGANTI SAMPAI 2 KALI DALAM WAKTU KURANG DARI 24 JAM"

BENARKAH PRABOWO TERLIBAT DALAM BERBAGAI TINDAKAN DI LUAR HUKUM?

IBU KOTA JAKARTA AKHIR PEKAN INI RAMAI DENGAN BERITA BAHWA MENANTU MANTAN PRESIDEN SOEHARTO YAITU LET JEN PRABOWO SUBIANTO TELAH DICOPOT DARI POSISI STRATEGISNYA SELAKU PANGKOSTRAD. BAHKAN PERGANTIANNYA ITU DILAKUKAN SAMPAI 2 KALI DALAM WAKTU KURANG DARI 24 JAM. SELAIN ITU ADA DUGAAN KUAT AKAN MENYUSUL SEJUMLAH PERGANTIAN DIJAJARAN ATAS ABRI. SEMUA ITU MENIMBULKAN BANYAK PERTANYAAN KEMANA ARAH PERUBAHAN GELOMBANG DAN REFORMASI DI INDONESIA. IKUTI LAPORAN REKAN ABUPRIYADI SANTOSO DARI JAKARTA.

Kedudukan panglima komando cadangan strategis ABRI Kostrad yang Jum'at sore dalam upacara tertutup mendadak ditimbang-terimakan kepada majyen Johnny Lumintang esoknya sudah dialihkan lagi kali ini kepada mayjen D.Chaniago. Pada malam yang sama berbagai satuan tentara memasuki gedung DPR/MPR di Senayan Jakarta dan mengangkut para mahasiswa yang tersisa dari aksi People Power selama beberapa hari belakangan ini menuju gedung Universitas Atmadjaja di jalan Jend. Sudirman.
Di beberapa di pusat ibu kota Jakarta pada Jum'at larut malam Sabtu dini hari dilaporkan terjadi beberapa ketegangan namun tidak jelas bentuk dan pelaku ataupun satuan-satuan yang mungkin terlibat. Sementara itu dugaan tetap kuat bahwa pergantian Pangkostrad dan juga DanKopassus akan disusul dengan sejumlah pergantian lain di jajaran puncak ABRI. Semua itu menimbulkan sejumlah pertanyaan dan spekulasi dan masih sulit terjawab secara pasti. Letjen Prabowo Subianto yang selama beberapa tahun belakangan dikenal sebagai orang kuat yang cerdas dan sering menimbulkan kejutan, dipindah ke Bandung menjadi DanSesko. Anehnya latar belakang kepergian jendral yang banyak menjadi buah bibir orang ini tidak dijelaskan secara resmi sehingga masyarakat bertanya-tanya. Banyak orang hanya menduga mutasi itu berkaitan dengan kasus penghilangan orang dan tragedi Trisakti berdarah akan tetapi tokoh-tokoh masyarakat dan kalangan jendral purnawirawan yang membangkang tidak mau memberi komentar. Letjen purnawirawan Hasnan Habib, Bambang Triantoro dan mayjen purnawirawan Syamsudin yang anggota KomNasHAM misalnya, semua mengelak tanggapan. Yang jelas banyak sumber di Jakarta mengatakan kedudukan pangab jendral Wiranto kini tampaknya bertambah kuat dan hal ini tentu dapat berpengaruh pada kedudukan pemerintahan presiden Habibie yang Sabtu pagi telah melantik para mentrinya.

Sementara itu suasana masyarakat tenang dan orang umumnya gembira dengan jatuhnya Soeharto sekalipun tidak selalu dengan luapan emosi di tengah jalan. Luapan semacam itu kebanyakan terjadi di dalam diskusi-diskusi terbuka di rumah-rumah atau didalam kampus-kampus. Universitas Trisakti hari Sabtu mengadakan diskusi yang memperlihatkan tingginya semangat mahasiswa untuk melanjutkan gelombang reformasi dengan menolak presiden Habibie dan kabinetnya sementara dukungan masyarakat berupa surat-surat simpati, berkabung maupun logistik nasi bungkus dan sebagainya terus mengalir ke universitas Trisakti.

Angin perubahan dan kebebasan amat terasa ketika berbagai soal dan isyu mulai dari soal pertanggung-jawaban Soeharto, soal perlunya mengadili Soeharto dan keluarganya, isyu perlunya sidang istimewa MPR, masa depan ABRI dan lain-lain ramai didiskusikan di kampus Universitas Trisakti yang pekan lalu menjadi ajang tragedi kekerasan berdarah yang menyulut perubahan.

Amien Rais yang menjadi tamu utama diskusi panel tersebut mengatakan dirinya sependapat dengan Hasnan Habib yang mengatakan Soeharto harus dilindungi keamanan fisiknya. Tetapi soal harta bendanya dapat dimasalahkan dan dapat diajukan diperadilan. Yang menarik, Amien Rais meskipun banyak kawan-kawannya duduk dalam kabinet baru dan Amien cukup dekat dengan presiden Habibie, namun menganggap kabinet Habibie ini hanya sebagai pemerintahan transisi. Dengan kata lain perlu sidang istimewa MPR dan lain-lain untuk mempersiapkan pemilu.

Sejarawan dr. Onghokham dalam komentarnya mengkhawatirkan gelombang kekerasan dari tengah masyarakat maupun terhadap masyarakat apalagi ABRI nampaknya tidak mau atau tidak mampu peristiwa penjarahan menyusul Trisakti berdarah yang lalu. Dalam sejarah Indonesia kekerasan sering menjadi alat yang sah untuk mengatasi masalah, oleh karena itu Indonesia perlu bertobat tentang peristiwa '65-'66 yang menewaskan hampir satu juta orang. Kalau tidak bertobat hal seperti itu dapat berulang, kata Onghokham. Mengenai situasi dewasa ini Onghokham berpendapat gelombang perubahan masih akan menggelinding terus dan tidak mustahil akan menuju sidang istimewa MPR. Dan karenanya ia juga amat menyangsikan sampai berapa lama lagi pemerintahan presiden Habibie ini. Demikian sejarawan beken Universitas itu dan DEMIKIAN PULA LAPORAN REKAN ABUPRIYADI SANTOSO DARI JAKARTA

* BENARKAH PRABOWO TERLIBAT DALAM BERBAGAI TINDAKAN DI LUAR HUKUM?

INTROiTUS: Di tengah santernya desas-desus bahwa terjadi konflik dalam tubuh ABRI, antara Pangab Jenderal Wiranto dengan Pangkostrad Letjen Prabowo Subianto, akhirnya tokoh yang terakhir, menantu Presiden Soeharto, digeser dari jabatan yang baru dipangkunya selama tiga bulan. Kenapa Prabowo digeser? Lebih dari itu benarkah desas-desus yang mengatakan bahwa Prabowo terlibat dalam berbagai tindakan di luar hukum? Untuk mengetahuinya, kami menelpon pakar senior ABRI Prof. Dr. Benedict Anderson dari Cornell University di Ithaca, Amerika Serikat:

Benedict Anderson [BA]: Selama ini jelas orang sudah merasa bahwa tindak-tanduknya Prabowo di luar hirarki tentara. Dia yang memelihara gangster-gangster, terus yang perantara orang istana dengan orang seperti Yapto, Yoris dsb. Dia memang tangan kotor rejimnya Soeharto. Sedangkan Wiranto, seolah-olah tangan bersihnya. Tapi bisa diduga bahwa pada suatu waktu ini akan bisa menjadi suatu clash yang kuat. Sekarang dia sudah dilengserkan. Dia malah dipindahkan ke Bandung. Kalau dia enggak pergi, dia bisa dicopot dari tentara. Di Bandung dia enggak bisa apa-apa. Saya yakin bahwa ABRI juga akan berusaha untuk menghancurkan mafia-mafia yang dikuasai oleh Prabowo, yang dipakainya untuk bikin huru hara, untuk mendiskreditkan mahasiswa dsb. Pokoknya ini suatu tanda yang baik.

Radio Nederland [RN]: Memang di satu pihak Prabowo ini banyak dikaitkan dengan berbagai macam hal-hal yang terjadi di luar hukum. Tetapi sementara itu dia juga dikenal sebagai seorang perwira tinggi yang cukup intelektual, cukup pinter gitu. Bagaimana kita bisa memahami seorang tokoh seperti Prabowo ini?

BA: Ambil saja Don Corleone, dalam film God Father. Orangnya bukan orang goblok, kan. Justru karena pinter, punya otak, dia menjadi kepala mafia. Bapaknya si Prabowo itu juga akademikus brengsek, kan. Pinter tetapi menjadi pionnya CIA pada tahun 1958, terus macem-macem selama kariernya. Jadi ini keluarga yang memang enggak bersih, walaupun pinter. Banyak manusia di dunia yang pinter-pinter, tetapi itu tidak membantu banyak.

RN: Anda mengatakan bahwa Letjen Prabowo ini adalah tangan kotornya rejim Soeharto. Mengapa menurut anda Prabowo harus menerima atau jugaharus menjadi seseorang yang menyibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat kotor itu?

BA: Karena memang dia tabiatnya cowboy. Dia dilatih di Kopassus yang sebagian dapat training dari green barret, special forces di Amerika. Dia lama di Amerika. Dan mental orang green barret ini adalah mereka anggap rendah tentara biasa-biasa, mereka dianggap robot yang cuma tahu disiplin yang enggak kreatif dalam hal memakai kekerasan. Jadi ini dianggap sebagai orang yang berani umpamanya diturunnya di tengah hutan, makan buaya, kalau perlu mencungkil mata orang. Kalau tentara biasa biasa pasti merasa akan ngeri, merasa bahwa itu di luar tugas tentara, itu biadab. Tetapi kelompok special forces di Amerika dan Kopassus justru dilatih untuk menganggap ini biasa dan perlu. Jadi memperlihatkan nyali, Kopassus itu berani apa saja, demi kepentingan kesatuannya atau kepentingan negaranya, menurut pikiran mereka. Di hampir tiap negara ada kelompok demikian, semacam elite yang terisolir. Hidup dalam realitas diri sendiri yang bukan realitas tentara biasa-biasa. Kan komando paratroop, mereka harus siap, pakai cara berperang yang sangat kotor.
Saya ada contoh menarik. Seorang teman cerita bahwa beberapa bulan yang lalu dia kebetulan masuk waiting room VIP di Surabaya, eee tahu-tahu ada Prabowo di situ omong-omong dengan temannya dengan suara keras. Dia bilang saya benci sekali dengan segala macem intelek, dan mahasiswa. Buat saya yang paling baik itu membunuh mereka semua. Nah ini bukan sikap seorang perwira tinggi yang baik kan? Ini sikap cowboy. Dan itu memang Prabowo, sadis dan cowboy.

RN: Sebagian besar masa karrier Letjen Prabowo ini dihabiskan di Timor Timur, ya. Apakah anda bisa menceritakan bagaimana ia menghabiskan waktunya di Timor Timur?

BA: Well, saya kurang tahu, tapi hampir semua orang yang saya kenal merasa bahwa adalah gengnya Prabowo yang dibelakang peristiwa Santa Cruz. Jadi dia yang pertama-tama pake pola Kopassus untuk membentuk ninja-ninja, mafia-mafia dst, untuk menjalankan tugas negara tentara biasanya akan ngeri untuk berbuat demikian. Markas Kopassus adalah tempat berak pemerintah Indonesia. Terus ditutup pintunya, biar orang enggak tahu, tapi baunya cukup busuk. Itu setiap kediktatoran selalu ada unit kesatuan yang punya tugas khusus, Hitler, Stalin dsb. Mereka enggak bisa kasih pesan pada tentara biasa untuk membuat hal-hal yang luar biasa sadisnya. Tapi Kopassus bisa, maksudnya supaya lawan itu takut dan berhenti melawan. Tapi pada umumnya enggak pernah berhasil.

----------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui ranesi@rnw.nl